DETERMINASI RESIDU ANTIBIOTIK GOLONGAN TETRACYCLINE DAN QUINOLONE PADA UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR MENGGUNAKAN HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPH

  • Muhammad Ismunandar Yasin Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat
Keywords: Residu, Tetrasiklin, Quinolone, Litopenaeus vannamei, HPLC

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, dengan perkembangan budidaya udang, penggunaan industri pakan, bahan kimia dan antibiotik telah meningkat. Nogueira et al., (2005) menyebutkan bahwa bahan kimia dari berbagai komposisi seperti antibiotik, yang sebelumnya hanya digunakan untuk dokter hewan dan aplikasi medis manusia, sekarang digunakan untuk melawan penyakit menular pada organisme akuatik yang dibudidayakan dalam skala komersial. Penelitian bertujuan untuk mendeteksi residu antbiotik golongan tetrasiklin dan Quinolone pada udang budidaya di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini dilakukan dikabupaten polewali mandar,dengan sampel diambil dari 5 koordinat tambak. Pengujian residu antibiotic dilakukan dengan Analisa dengan HPLC dengan Quadrupole Tendem mass spectrometry detector (LC-MS/MS). Analisis kuantitatif dilakukan dengan memantau rasio ion dari 2 pasang MRM untuk setiap senyawa. penentuan kuantitatif dihitung menggunakan kalibrasi berbasis matriks titik tunggal di RL. Doxycycline, ciproflaxacin-D8, Enrofloxacin-D5 dan Sulfapyridine digunakan untuk standar internal. Parameter yang diamati yaitu antibiotic golongan Tetracycline,dan Quinolone. Kadar residu golongan tetrasiklin dan Quinolone pada Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) yang dibudidayakan pada tambah di kabupaten Polewali Mandar berada dibawah BMR (Batas Maksimum Residu yang ditetapkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No. 37/Permen-KP/2019 dan FAO , yaitu didapatkan pada tetrasiklin dibawah 50 µg/kg dan Quinolone dibawah 25 µg/kg.

Published
2021-08-09
How to Cite
Yasin, M. (2021). DETERMINASI RESIDU ANTIBIOTIK GOLONGAN TETRACYCLINE DAN QUINOLONE PADA UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR MENGGUNAKAN HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPH. Jurnal Ilmiah Maju, 4(1), 52-60. Retrieved from http://ojs.balitbang.sulbarprov.go.id/index.php/maju/article/view/94